Tauhid ~ Firqatun Najiyah 7-1 ~ Makna Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin
Makna “Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin”
"KepadaMu Kami menyembah dan KepadaMu Kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5)Maksudnya, kami mengkhususkan kepada diriMu dalam beribadah, berdo’a dan memohon pertolongan. 1. Para ulama dan pakar di bidang bahasa Arab mengatakan, didahulukannya maf’ul bih (obyek) " Iyyaaka " atas fi’il (kata kerja) " na’budu wa Nasta’in " dimaksudkan agar ibadah dan memohon pertolongan tersebut dikhususkan hanya kepada Allah semata, tidak kepada selainNya.
2. Ayat Al-Qur’an ini dibaca berulang-ulang oleh setiap muslim, baik dalam shalat maupun di luarnya. Ayat ini merupakan ikhtisar dan intisari surat Al-Fatihah, yang merupakan ikhtisar dan intisari Al-Qur’an secara keseluruhan.
3. Ibadah yang dimaksud oleh ayat ini adalah ibadah dalam arti yang luas, termasuk di dalamnya shalat, nadzar, menyembelih hewan kurban, juga do’a. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
"Do’a adalah ibadah." (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Sebagaimana shalat adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada rasul atau wali, demikian pula halnya dengan do’a. Ia adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Allah ber-firman,
"Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya." (Al-Jin: 20)
(Bersambung 7.2)
Diambil dari kitab Al Firqotun Naajiyah karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan dicompile dari blogsite www.firqatun-najiyah.co.nr oleh La Adri At Tilmidz
