Hadits ~ Tetangga 6 ~ Tidak Menyakiti Tetangga
Tidak Menyakiti Tetangga Adalah Termasuk Iman
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya". [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6475) dan Muslim (47) (74)]
[Disalin dari buku Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF, Bab Hak dan keutamaan tetangga dalam sunnah, hal 19 - 32, terbitan Yayasan Al-Madinah - Surakarta]
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1829/slash/0
308. Juga dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia tidak menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam” (Muttafaq ‘alaih)
Pengesahan Hadits:
Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/445-Fat-h) dan Muslim (47)
Kandungan Hadits:
· Mencelakakan tetangga, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan merupakan perbuatan yang jelas bertentangan dengan kesempurnaan iman serta bertolak belakang dengan sifat – sifat hamba Allah yang Maha Pemurah.
· Tamu itu mempunyai hak, oleh karena itu seorang muslim harus benar – benar menghormati (menjamu) tamunya, menampakkan wajah yang berseri-seri, dan memberi sambutan yang menyenangkan (menyiapkan makan,minum dan tempat baginya).
· Ucapan itu bisa baik dan bisa juga buruk. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengetahui kebaikan, maka hendaklah dia mengatakannya setelah berfikir dan mencermatinya.
· Diam itu lebih baik daripada berbicara yang tidak bermanfaat.
· Seorang hamba harus senantiasa memperhatikan lidahnya, karena tidaklah seseorang itu diseret dengan wajah tertelungkup ke tanah melainkan karena hasil (ucapan) dari lidah mereka.
