Trust
Trust
“Perasaan kamu dulu suka collect uang sumbangan dech “ kata temenku tiba – tiba sore ini.
“Och infak untuk hibah yach? Aku sudah mengundurkan diri pertanggal 1 September 2007, tapi kalau memang mau nyumbang lagi nanti aku sampaikan koq” sahutku.
“ga tuch, aku cuma mau bilang, trust, aku dulu nyumbang karena trust ke kamu, itu saja”
‘halah, mo nyumbang berapa seh, aku sampaikan koq, memang aku dulu bendaharanya, jadi berani collect sumbangan karena aku tahu penggunaan uang itu, at least aku bisa mempertanggungjawabkan apa yang aku pegang”sahutku lagi
“bukan masalah uangnya berapa, aku kan sudah bilang, trust, aku percaya kamu makanya nyumbang” sahut temanku yang mantan bossku itu sambil nyelonong pergi.
Kalimat tiba – tiba itu sebenarnya benar2 membuat aku terpana beberapa saat sambil melihat punggungnya yang semakin jauh. Trust, itulah kira – kira yang memang teman2ku lakukan. Walaupun kadang kadang aku collect sedekah setengah memaksa.
“Hamba Allah” kataku sambil menyodorkan kertas buat diisi. Kadang aku menawar agar teman2 memberikan lebih banyak. Dan mereka tidak keberatan. Sering dengan sedikit bercanda aku malah bilang, yang penting banyak, mau ikhlas mau ga ya urusan kalian. Dan kita pasti tertawa mendengar guyonan saya, sedekah koq maksa kata temen teman sambil tersenyum geli.
Ketika aku keluar dengan terpaksa, bahkan sedikit curhat ke mereka masalahnya, tak satupun menitipkan lagi sedekahnya. Aku bahkan pernah bilang, “Hamba Allah donk, dah lama nich, nanti aku transferin”
“ga lagi”sahut temanku yang lain yang sebenarnya rutin memberikan sedekah tiap bulannya.
“katanya lagi ribet” sahutnya lagi,
“ya tapi kan tetep aku sampaikan, ribet tinggal ribet, sedekah jalan terus donk” sahutku.
But keukeuh temanku ga mau kasih sedekah lagi.
Humm….. Trust, inilah yang dilupakan orang. Yang dilupakan kenapa sebuah project bisa sukses berjalan. Keegoisan, ketamakan, nafsu dan ambisi pribadi kadang menindas trust. Akhirnya sebuah project jatuh bangun.
Salah satu cara yang dapat menjaga kepercayaan orang lain adalah memenuhi janji.
QS Al Israa 34 dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.
Sebagain seorang muslim harusnya bisa melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya. Allah memerintahkan kita memenuhi janji karena janji akan dimintai pertanggungjawabannya.
Amanah dan tidak berkhianat.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. [An-Nisa : 58]
Tunaikan amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu menghianati orang yang mengkhianatimu” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ahlussunnan]
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah – amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]
Dan masih banyak lagi hal yang bisa menjaga trust orang lain kepada kita. Kalau saja semua orang bisa menjaga kepercayaan orang lain, pasti dunia akan semakin harmonis. Tidak ada yang merasa dikhianati.
Trust sangat dibutuhkan hampir di semua lini kehidupan, bertetangga, berteman, partner business dll. Bagaimana jika seseorang tidak bisa dipercaya oleh tetangganya sendiri? Pasti keadaan jadi tidak enak. Bertetangga tapi saling curiga mencurigai, begitu juga dalam berteman, seseorang tidak akan mungkin merasa aman berteman dengan orang lain jika tidak percaya kepada temannya. Apalagi dalam bisnis. Tidak akan ada rekan bisnis tanpa ada trust, karena bagaimana mungkin suatu perusahaan mempercayakan project yang menjadi urat nadi perusahaannya kepada perusahaan yang tidak dipercayainya.
Kadang, di bus-pun saya sedikit enggan memberikan sedekah kepada orang yang mengatasnamakan pembangunan masjid dan yayasan yatim piatu, issue issue yang berkembang bahwa pembangunan masjid ataupun yayasan yang ditulis kadang fiktif hanya sebagai kedok membuat saya lebih memilih menyalurkan sedekah ke lain orang.
Padahal berapa sich sebenarnya uang yang saya berikan? Tapi karena faktor trust, uang yang tidak seberapa itupun urung saya berikan.
Padahal lagi, bukan tidak mungkin diantara pencari dana sumbangan di bus bus itu benar2 disalurkan ke masjid atau yayasan sosial.
Seandainya semua orang menjaga trust yang diamanahkan kepadanya, pasti kehidupan menjadi lebih baik karena potensi zakat, sedekah dan infak lebih bisa dioptimalkan. Jika semua trust dijaga pasti tidak ada lagi korupsi uang rakyat.
Apa jadinya jika kita menjadi orang yang tidak bisa dipercaya, baik dalam hubungan sesama maupun hubungan kita kepada Allah?
Bagaimana bro n sis?
What the meaning of trust buat kalian?
