Whe~en’s Blog

April 15, 2008

Nama Suamiku

Filed under: misscellaneous

Nama Suamiku

Sebenarnya tulisan ini lebih tepat sebagai curhatan :-) :-)
Pindah rumah baru tentu saja dengan lingkungan baru.  Tetangga baru dengan semua pribadi masing – masing.

Mungkin memang sayalah yang kuper :-) :-)  tapi sejak pindah ke rumah baru, tak seorangpun memanggil saya dengan nama asli saya, selalu dengan nama suami, entah itu memanggil saya dengan sebutan ibu atau tante dari anak – anak kecil.  Semua dilatih oleh ibu mereka memanggil seseorang dengan nama suami mereka. (more…)

April 14, 2008

Sedekah, Hutang dan Seorang Istri

Filed under: misscellaneous

Sedekah, Hutang dan Seorang Istri

Seorang teman bercerita, salah satu orang yang kos di tempatnya, berhutang belum bayar kos Rp. 800 ribu.  Ketika dia mau keluar uang tersebut dilunasi dan diberikan kepada istrinya.  Tapi ternyata jawaban istrinya “Uang itu untuk bapak saja, sedekah dari saya”

Kagetlah sang suami uang Rp. 800 ribu disedekahkan begitu saja.  Ketika ditanya “Mah, uang 800 ribu kan banyak, masak disedekahkan semua” (more…)

April 9, 2008

Siap Kalah

Filed under: misscellaneous

Siap Kalah

Sabtu sore, sebelum pergi dari rumah saya masih sempat melihat sekilas acara reality show pemilihan idola menyanyi anak-anak di salah satu stasiun TV.  Yang membuat saya sedikit memperhatikan acara tersebut bukan karena diikuti anak anak yang berprofesi sebagai selebritis ataupun anaknya selebritis.

Tapi lebih kepada salah seorang peserta, anak seorang selebritis.  Ketika papinya diminta berkomentar, pesannya kepada sang putri, singkat dan tegas “Bersiaplah untuk kalah” dan maminya kurang lebih menimpali bahwa ketika terjun dalam sebuah kompetisi, harus belajar menghargai pemenang kompetisi tersebut. (more…)

Trust

Filed under: misscellaneous

Trust

 “Perasaan kamu dulu suka collect uang sumbangan dech “ kata temenku tiba – tiba sore ini.
“Och infak untuk hibah yach? Aku sudah mengundurkan diri pertanggal 1 September 2007, tapi kalau memang mau nyumbang lagi nanti aku sampaikan koq” sahutku.
“ga tuch, aku cuma mau bilang, trust, aku dulu nyumbang karena trust ke kamu, itu saja”
‘halah, mo nyumbang berapa seh, aku sampaikan koq, memang aku dulu bendaharanya, jadi berani collect sumbangan karena aku tahu penggunaan uang itu, at least aku bisa mempertanggungjawabkan apa yang aku pegang”sahutku lagi
“bukan masalah uangnya berapa, aku kan sudah bilang, trust, aku percaya kamu makanya nyumbang” sahut temanku yang mantan bossku itu sambil nyelonong pergi. (more…)

Pawang Hujan

Filed under: misscellaneous

Pawang Hujan

Sabtu malam jam 18.00 lewat, hujan deras mengguyur salah satu tempat di Jakarta Selatan.  Kami yang seharusnya berangkat jam 18.30 ke acara kondangan salah satu rekan kerja terpaksa menunda keberangkatan.  Di area parkir dekat posko security, saya dapat menyaksikan betapa lebatnya hujan bercampur angin tersebut.  Angin disertai air mengguyur masuk ke lobby belakang office kami.  Mungkin hujan adalah hal yang seakan akan dimusuhi oleh orang yang mengadakan hajatan.

Jam menunjukkan pukul 18.50, tapi hujan sepertinya belum mau berhenti, dan akhirnya dengan dua mobil kami beriringan berangkat ke tempat resepsi.  Jakarta terkena hujan, sudah dibayangkan macet dan banjir.  Duduk di depan membuat saya leluasa memandang jalanan yang sudah mulai macet, genangan air baik di jalur lambat maupun di tol membuat perjalanan tersendat. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham